Menu

Tips Berkarir yang Bisa Dipelajari Dari CEO Baru Google

First of all, happy belated birthday, Google!

Dalam rangka hari jadi search engine favorit kita semua, kemarin kami ngasih sedikit perkenalan tentang rockstar Google yang terbaru, Sundar Pichai.

Okay, so he may not look like a rockstar, tapi Sundar Pichai sungguhlah salah satu orang terhebat di Google sekarang ini.

Sundar memulai karirnya di Google sebagai karyawan junior. Cuma dalam waktu sepuluh tahun, ia berhasil memangku jabatan paling tinggi di Google.

Pertanyaannya, karyawan Google ‘kan ada ribuan. Pastinya pada pintar dan berbakat semua. Apa, dong, yang membuat Sundar Pichai istimewa?

Menurut Product Manager Google Chris Beckman serta beberapa rekan kerja Sundar lainnya, setidaknya ada enam hal yang membuat Sundar Pichai menonjol dan pada akhirnya sukses. Mau bisa sesukses Sundar? Pay attention!

1. Berani mengambil tantangan dan tanggung jawab baru

“He led successful efforts for difficult projects that were core to Google's continued financial success, namely Toolbar and Chrome.”

Banyak orang gampang merasa nyaman dengan tanggung jawab pekerjaannya, sehingga kalau ada proyek baru di perusahaan, pada ogaaaah banget mengambil tanggung jawab dan inisiatif memimpin.

"Dia aja, Pak, jangan saya! Dia lebih bisa dari saya!"

"Jangan, Pak! Dia aja!

Lempar-lemparaaaan terus sampe kiamat.

Sundar justru sebaliknya. Google Toolbar dan Google Chrome adalah dua proyek yang sebenarnya sulit dan nggak menarik, namun vital untuk masa depan Google. Nah, Sundar berani, tuh, menerima tantangan memimpin proyek-proyek sulit ini. Sukses, pula!

Punya inisiatif dan berani menerima tantangan adalah sifat yang seringkali membuka kesempatan baru dalam hidup kita, lho. Dan jangan lupa, kita nggak mungkin bisa berkembang kalau hanya melempem aja.

2. Menyenangkan diajak kerja bareng

“Sundar is very empathetic; he actually cares about people. One former employee even said that Sundar was ‘without a doubt, one of the best people I've worked with,’ adding that when he decided to leave Google for a startup, Sundar was incredibly supportive and offered to help in any way he could.”

Pernah nggak, sih, punya teman kantor atau bos yang menyenangkan, penolong, dan nggak hanya peduli terhadap kinerja kamu di kantor, tetapi juga dengan masa depan kamu? Wow, bos dari surga banget, tuh! Nah, begitulah kira-kira sikap Sundar, sehingga orang-orang senang bekerja dengannya.

3. Bisa membentuk dan mempertahankan tim yang oke

“Because Sundar has a reputation of being so enjoyable to work with, people want to transfer to his [team], which goes back to his ability to build strong teams.”

Karena Sundar dikenal sebagai seseorang yang menyenangkan, akhirnya banyak orang dari tim lain di kantor ingin bergabung dengan timnya.

“He recruited, mentored, and retained a great team.”

Karena pada rame-rame kepengen gabung dengan Sundar, ia pun gampang memilih orang-orang terbaik untuk timnya. Pilihannya banyak sih, ya.

Sudah pasti, Sundar merekrut orang-orang yang punya karakter mirip dengan dirinya, sehingga tim Sundar menjadi sangat kuat dan produktif.

Nggak hanya itu, Sundar juga mampu membimbing dan memelihara sebuah tim menjadi hebat dan solid. Alhasil, tim Sundar yang terdiri dari Product Managers ini memiliki reputasi sebagai best of the best!

4. Menghindari politik perusahaan dan menghindari menciptakan musuh

“Unlike many execs, Pichai can gracefully navigate the politics of a company as large as Google.”

Seperti perusahaan besar lainnya, Google tentunya penuh dengan intrik politik.

Dalam sebuah perusahaan, politik biasanya dibuat suatu pihak untuk mencapai tujuan tertentu, misalnya menjelek-jelekan pihak lain agar dirinya terlihat menonjol, atau bersekongkol dengan orang-orang tertentu untuk menjatuhkan orang lain. Males, ya? So, kids, avoid office politics!

Sundar sendiri selalu menghindari politik kantor dan berusaha untuk nggak punya musuh. Sundar dikenal bisa berdiplomasi yang baik. Ia selalu fokus agar timnya bisa sukses tanpa jadi bentrok dengan tim lain.

5. Mampu menerjemahkan kompleksitas dan mendapatkan dukungan tim

“It was a planning meeting with a bunch of VPs and directors from across products to discuss several secret projects, and they were all squabbling.

Then, [Larry] Page walked in. He started talking about abstract concepts and big ideas unrelated to the established engineering roadmap and introducing aspects the teams hadn't expected.

Everyone was shocked into silence, and Page walked out without getting a single question.

A minute later, Pichai walked in and broke everything down: ‘I talked to Larry, and I think what he means is this…’

After that meeting concluded, Pichai hopped between the different teams and helped them figure out how they would move forward on the projects together.”

Terkadang atasan kita tau-tau punya visi yang kompleks dan abstrak. Seperti pada suatu ketika Larry Page—CEO Google waktu itu—tiba-tiba hadir di sebuah rapat Google, lalu tanpa ba-bi-bu memaparkan berbagai ide besar, abstrak, dan nggak diduga oleh para tim Google.

Namun, berdasarkan cerita diatas, Sundar bisa menerjemahkan ide-ide Larry yang ribet dan abstrak menjadi rencana kerja yang sederhana dan konkrit.

Asli, nggak semua orang punya kemampuan ini!

Seusai meeting tersebut, Sundar menggerakkan berbagai tim yang berbeda untuk bersama-sama menyukseskan proyek tersebut. Kemampuannya inilah yang membuat Sundar menjadi tangan kanan Larry Page selama beberapa tahun terakhir.

Selain dapat menerjemahkan visi dan kemauan Larry, Sundar juga bisa berfungsi sebagai jembatan antara CEO dengan anak-anak buahnya pada working-level. Sifatnya yang humble dan kolaboratif tentunya membuat Sundar didukung oleh tim-tim lainnya.

6. Fokus kepada kejayaan perusahaan, bukan kejayaan pribadi

“Sundar’s ‘substance over overt style’ attitude ultimately sums up his focus on quality work, focus, and results instead of standing out, we're told.”

Sundar dikenal sebagai sosok yang selalu fokus berkontribusi kepada perusahaan, bukan seseorang yang ingin tampil menonjol dan senang dipuji. Ada banyak, lho, orang yang suka mengakui hasil kerjaan orang lain sebagai hasil kerjaannya sendiri supaya ia tampak  menonjol.

But not Sundar.

***

Setelah tahu kualitas-kualitas Sundar, apa yang bisa kita simpulkan?

Kesimpulannya, kesuksesan nggak hanya ditentukan IQ, tetapi juga EQ. Kita nggak selalu dipromosikan karena kita pintar dan pekerja keras, tetapi kadang karena attitude dan character.

Dalam kasus Sundar Pichai, selain karena sikap-sikapnya, hal yang juga mendongkrak kesuksesannya adalah karena ia menemukan kesempatan yang tepat.

Kadang kesempatan nggak datang dua kali, lho, jadi kalau kamu diberi kesempatan, jangan takut untuk mengambilnya, walaupun ini berarti kamu harus menjalankan tanggung jawab baru.

Thanks for the inspiration, Sundar!

"Yang membuat saya tertarik dengan Google dan internet adalah karena mereka menciptakan persamaan. Entah kamu tinggal di pelosok, atau kamu adalah profesor di Harvard, selama ada komputer dan akses internet, semua orang bisa mendapatkan informasi yang sama."

(sumber gambar : omicrono.com, The Optimist Citizen, Indian Express, Stunning Tech)

LATEST COMMENT
Ashput Tradhany | 9 jam yang lalu

Kak, kalau status saya mahasiswa di suatu ptn, jika saya ingin mengikuti sbmptn selanjutnya, apakah saya harus mencabut status mahasiswa saat ini?

Persiapan SBMPTN Buat Mahasiswa yang Ingin Mengulang
Luckman Lucifer | 14 jam yang lalu

Gak ada faedahnya untuk beberapa jurusan. Apalagi kalau mahasiswa cuman dijadikan sumber dana sama masyarakat

Kata Mahasiswa Soal Kuliah Kerja Nyata: Zaman Sekarang, Apa Faedahnya?
Maulida Nur Perdani | 22 jam yang lalu

bantu jawab ya.. kalau memang hanya minat di rumpun soshum, ambil soshum saja bisa kok, gak harus ipc ^^

Strategi Sukses IPC di SBMPTN Serta Pertimbangan Memilih IPC
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Youthmanual ©