Menu

Ingin Bisa Ikutan Jualan di Acara Urban Market Sekelas Market & Museum? Begini Caranya!


Kalau kamu tinggal di kota besar, pasti kamu udah nggak asing lagi dengan urban market—alias bazaar produk-produk hits—yang rutin digelar beberapa kali setahun. Sebut saja acara-acara seperti Brightspot, Basha Market, Hype Market, dan banyak lainnya.

Salah satu urban market yang sedang naik daun di Jakarta 2-3 tahun terakhir ini adalah Market & Museum. Nggak heran, sih, kalau Market & Museum naik daun, karena selain konsep acaranya selalu seru, Market & Museum juga konsisten menyajikan merk-merk lokal berkualitas yang animonya selalu tinggi di kalangan anak muda.

Minggu lalu, Market & Museum baru saja diadakan lagi, tepatnya tanggal 26-28 Agustus 2016, di mall Lippo Kemang Village, Jakarta. Pada kesempatan tersebut, Youthmanual sempat ngobrol dengan Project Manager Market & Museum, Rizal Renaldy.

Menurut Mas Rizal, salah satu keunikan Market & Museum adalah karena setiap edisinya mengangkat tema yang berbeda-beda. "Nah, detil-detil event-nya pun mengikuti tema tersebut. Mulai dari promo medsos, sampai dekor acaranya,” ujar Mas Rizal.

Selain punya tema yang berbeda, setiap event Market & Museum juga selalu bekerjasama dengan berbagai vendor yang sedang nge-hype. Misalnya, untuk edisi bulan Agustus ini, Market & Museum bekerjasama dengan merk makeup-nya Lizzie Parra, BLP Beauty, serta merk art decor-nya Raissa, Pick Me-Up. Jadi, untuk edisi bulan ini, dua merk tersebut membuka mini exhibition khusus di Market & Museum.

Bahkan di mini exhibition ini, produk lipstik limited edition yang dijual BLP Beauty katanya langsung sold out dalam waktu satu jam, lho!

Penampakan booth mini exhibition dari BLP Beauty, merk makeup milik makeup artist kenamaan, Lizzie Parra

“Tahun lalu, kami mengundang para penjual makanan dari Pasar Santa. Tahun lalu, Pasar Santa ‘kan lagi beken-bekennya, tuh. Jadi kami mengundang sepuluh tenant Pasar Santa untuk buka booth di area F&B kami. Wah, itu pengunjungnya banyak banget!” cerita Mas Rizal

Selain itu, dalam setiap event Market & Museum, banyak seleb yang ikutan buka booth. Sebut saja Titi Kamal, Raissa, Ricky Harun, Raffi Ahmad, Elsa Mayori, Pevita Pearce, sampai Luna Maya bersama Uya Kuya. Bahkan beberapa di antara mereka rutin selalu buka booth di Market & Museum.

Market & Museum juga rutin mengundang DJ-DJ hits, seperti DJ P-Double alias Paul Palele yang tampil pada Market & Museum edisi bulan ini.

Market & Museum rutin digelar tiga sampai empat kali setahun. Trus, setiap kali digelar, acaranya pasti ramai dipadati pengunjung dari berbagai kalangan usia.

Bagi kamu yang punya bisnis sendiri dan tinggal di Jabodetabek, mungkin kamu kepengen banget bisa ikutan buka booth di Market & Museum, untuk mempromosikan barang jualanmu.

Saya pun bertanya ke Mas Rizal, apa, sih, kriteria brand untuk bisa terpilih jadi tenant di Market Museum?

Mas Rizal bilang, yang utama, produknya harus kreatif, inovatif, berkualitas tinggi, dan sesuai dengan tren masa kini. Misalnya, karena tren fashion cewek-cewek sekarang adalah gaya back to 90s serta warna-warna pastel dan monokrom, mungkin belum saatnya kamu jualan baju bergaya ala Millenium tahun 2000an yang penuh warna metalik!

Hal yang juga diperhatikan oleh Market & Museum dalam memilih tenant adalah branding-nya.

Branding, tuh, maksudnya gimana, sih? Misalnya, nama merknya, logonya, kemasan produknya, warna-warna yang digunakan, dan sebagainya.

Jadi, kalau kamu ingin produk kamu bisa ikutan dijual di Market & Museum, usahakan agar elemen-elemen branding kamu tersebut menarik, catchy, berdesain bagus dan nggak norak.

Lalu kata Mas Rizal, satu hal yang nggak kalah penting adalah penampilan booth.

Booth jualan kamu harus keren, gaes! Dengan kata lain, harus representatif dan eksklusif, agar para pengunjung nyaman dan senang. “Bahkan di Market & Museum, kami nggak memperbolehkan tenant memasang x-banner. Selain mengurangi kesan eksklusif, x-banner juga bisa mengganggu mobilitas pengunjung," jelas Mas Rizal

 

Nah, kalau kamu sudah mantap mau daftar ikutan event Market & Museum, silahkan kirimkan profil brand serta lookbook (semacam katalog produk, yang dikemas dalam foto editorial yang rapih) produk kamu ke pihak Market & Museum. Hal ini berlaku untuk produk-produk apparel (pakaian), non-apparel, maupun F&B (makanan).

Mas Rizal lanjut menjelaskan, “Untuk produk F&B, biasanya kami nggak minta tester makanan, kok. Biasanya kami perhatikan penampilan hidangannya, juga media sosialnya. Lewat medsosnya, kami bisa lihat tampilan hidangannya, dan memperhatikan komentar serta animo konsumennya.”

Apakah Market & Museum hanya mau terima tenant berupa brand “senior” alias yang sudah lama eksis? Tenang aja, gaes. Sama sekali nggak begitu, kok!

“Market & Museum dengan senang hati menerima brand baru maupun lama, lho. Malah, kami senang banget menerima tenant brand baru. Soalnya acara urban market serupa ‘kan sekarang semakin banyak. Kami nggak mau, dong, tenant-nya sama-sama juga dengan event sejenis. Jadi, setiap edisi Market & Museum, kami menargetkan punya 10-20% tenant dari brand baru,” ujar Mas Rizal

Tunggu apa lagi, gaes? Kalau kamu merasa produk jualan kamu memang berpotensi, buru-buru aja didaftarkan untuk acara Market & Museum selanjutnya. Buat yang tinggal di luar Jabodetabek, katanya Market & Museum punya rencana untuk menggelar event-nya di luar Jakarta, lho!

Baca juga:

(sumber foto: dok. Market & Museum)


92% Mahasiswa Merasa Salah Jurusan Kuliah. Jangan Sampai Kamu Menyesal!

Cari tahu minat, potensi dan kemampuanmu. Dapatkan rekomendasi jurusan kuliah dan profesi yang paling sesuai. Daftar sekarang dan gabung dengan ratusan ribu siswa lainnya di platform persiapan kuliah dan karier no 1.


How does it make you feel?

Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2017 Youthmanual ©