Menu

Beragam Profesi Untuk Lulusan Psikologi

Tahun ini kamu tertarik kuliah atau sedang kuliah di Psikologi? Kamu sudah paham mengenai apa itu Psikologi?

Psikologi merupakan disiplin ilmu yang mempelajari mental, pikiran, dan perilaku manusia. Program studi (prodi) ini juga meneliti alur pemikiran dan alasan di balik perilaku dan tindakan manusia. Ilmu psikologi seringkali digunakan untuk menyelesaikan masalah dalam serangkaian aktivitas manusia yang kompleks.

Btw, prodi Psikologi di beberapa perguruan tinggi tergolong dalam kategori saintek, tapi di beberapa perguruan tinggi lainnya tergolong dalam kategori soshum. Baca selengkapnya di Bedah Jurusan Psikologi Soshum (IPS) dan Psikologi Saintek (IPA) Beserta Pilihan Kampusnya

Psikologi adalah salah satu prodi paling populer di Indonesia. Belajar Psikologi itu seru banget, gaes. Kamu akan jadi paham perilaku dan kepribadian manusia.

Selain mempelajari tentang perilaku dan kepribadian manusia, lapangan pekerjaan untuk lulusan jurusan ini pun terbuka lebar, begitu pula dengan pilihan jalur kariernya yang beragam. Kalau gosipnya anak Psikologi bisa baca pikiran orang atau bakal kerja di rumah sakit jiwa, ini salah besar!

Di bawah berikut terdapat ragam profesi Psikolog.

1. Psikolog Klinis

Psikolog Klinis

Kalau mendirikan praktik pribadi, seorang Psikolog Klinis akan menangani gangguan mental seseorang, seperti fobia, depresi, gangguan makan, gangguan kecemasan, dan sebagainya. Profesi ini harus melakukan perumusan dan pengelolaan program konseling melalui observasi, wawancara, dan tes psikologi. Perlu diingat, kalau kamu mau mendirikan praktik sendiri, kamu harus melanjutkan studimu terlebih dahulu hingga ke jenjang master atau S2, ya!

Nah, kalau bekerja pada perusahaan swasta, Psikolog Klinis berwenang mengatur, mengawasi, dan mengeluarkan hasil tes psikologi. Kalau bekerja di rumah sakit, seorang Psikolog Klinis dapat menangani hambatan perkembangan mental atau gangguan jiwa anak. Selain Psikolog Klinis, ada pula profesi Psikolog Forensik, Psikolog Olahraga, Psikoterapis, dan lain-lain.

2. Asisten Psikolog

Asisten Psikolog

Kalau kamu tak mau repot-repot melanjutkan kejenjang Master untuk menjadi Psikolog, kamu bisa menjadi seorang Asisten Psikolog. Selama menjabat sebagai Asisten Psikolog, pengalaman dan ilmumu bisa semakin bertambah. Namun, kalau bekerja pada perusahaan swasta, kewenanganmu hanya sebatas membantu Psikolog menyelenggarakan tes psikologi.

3. Konselor Kesehatan Mental (Mental Health Counselors) 

Konselor

Kalau kamu suka mendengarkan cerita, keluh kesah, dan membantu orang lain, pekerjaan sebagai Konselor mungkin sesuai dengan passion-mu. Tidak semudah saat kamu mendengarkan karibmu bercerita, lho, ya.

Biasanya klien memiliki kesulitan mengungkapkan apa yang dirasakan dan mencerna emosinya. Tugasmu adalah membuat klien merasa aman dengan kerahasiaan yang terjaga, kemudian membantunya menemukan keputusan akhir dengan cara yang terfokus dan terstruktur. Biasanya, tenaga seorang Konselor diperlukan pada perusahaan, lembaga pendidikan formal atau LSM.

Fyi, Konselor itu ada banyak macamnya (sesuai dengan bidang dan masalah yang digelutinya), gaes. Contohnya seperti Konselor Edukasi, Pengarahan, Sekolah dan Vokasi, Konselor Anak, Konselor Karir, Konselor Geriatrik, Konselor Keluarga atau Konselor Perkawinan, Konselor Remaja, Konselor Gender, Konselor Trauma, dan sebagainya.

4. Pengajar

Pengajar

Latar belakang Psikologi bisa mengantarkanmu menjadi Dosen Psikologi di Perguruan Tinggi maupun Guru Bimbingan dan Konseling di semua jenjang sekolah, lho. Untuk profesi Dosen diperlukan kualifiasi S2, sedangkan Guru BK terbuka mulai dari lulusan S1 Psikologi.

Selain mengajarkan materi, kamu juga akan memberikan pengarahan dan melayani konsultasi. Masih dalam ruang lingkup pendidikan, kamu juga bisa menjadi seorang Spesialis Anak Berkebutuhan Khusus, guru sekolah kepribadian, guru PAUD-TK-SD atau trainer.

5. HRD atau Personalia atau Manajer Sumber Daya Manusia 

HRD atau Personalia atau Manajer Sumber Daya Manusia 

Bekerja di bagian HRD perusahaan merupakan impian dari lulusan Psikologi. Perusahaan besar maupun kecil memiliki divisi HRD dengan bidang kerja yang beragam. Contoh spesialisasi bagian Personalia yaitu HR Operation, Compensation and Benefit, Recruitment, Organization Development, Training and Development, dan seterusnya

That’s why, lulusan Psikologi banyak sekali dibutuhkan oleh HRD. Secara umum, kalau berada di HRD, kamu akan mengurusi tentang operasional karyawan, rekrutmen karyawan, penggajian karyawan, training dan development, pengembangan organisasi, performance management, dan masih banyak lagi.

***

Selain kelima profesi di atas, latar belakang Psikologi-mu bisa mengantarkanmu bekerja di trauma center, BNN, talent management, LIPI, R & D perusahaan, dan lain sebagainya.

Wah, banyak sekali bukan profesi-profesi untuk para lulusan Psikologi? Jadi, gimana, sudah makin mantap buat ambil prodi Psikologi?

 

Baca juga:

 

(Sumber gambar: clemson.edu, psychologydegreeguide.org, gazettereview.com, sru.edu, md24housecall.com, blog.talenta.co)

LATEST COMMENT
Gioabi Fashar | 21 jam yang lalu

siapa bilang gk bisa? yg ada di jurusan arsitektur itu gk ada itung2an dan jurusan arsitektur juga bukan cuma soal gambar. Jurusan arsitektur harus jago problem solving tapi bukan berarti harus jago matematika

5 yang harus Kamu Persiapkan Sebelum Masuk Jurusan Arsitektur
Nancy Tasia Sopaheluwakan | 1 hari yang lalu

Min , saya mau nanya kalau misalnya kita dari semester 1 dan 2 tidak masuk kuliah , apakah di semester 3 kita masih bisa masuk kuliah atau tidak ?

Strategi Mengisi KRS: Memilih Mata Kuliah dan Menentukan Jumlah SKS
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Youthmanual ©