Menu

Bekerja Sebagai Guru, Menarik, Nggak, Sih?

"Pahlawan tanpa tanda jasa". Yap, sebutan ini merupakan sebutan yang melekat pada suatu profesi. Hayoo... Siapa yang tahu profesi apa yang memiliki sebutan ini? Yak! Profesi tersebut ialah guru.

Kenapa, sih, guru, kok diberikan sebutan "pahlawan tanpa tanda jasa"? Karena guru merupakan profesi yang setiap harinya, ia harus berjuang untuk membangun Sumber Daya Manusia yang dapat bersaing. Kata siapa guru hanya bekerja dari jam tujuh pagi hingga jam lima sore? Para guru sesungguhnya bekerja setiap saat, baik itu mengoreksi pekerjaanmu, mempersiapkan materi untuk pelajaran keesokan harinya dan lain sebagainya.

Dapat dikatakan bahwa guru-guru ini berjuang untuk membangun anak bangsa yang pintar, berkarakter dan juga berpendidikan. Nah, maka dari itu, gaes, kamu jangan nakal-nakal, ya, sama guru-gurumu, hehe.

Kamu tertarik nggak, sih, untuk bekerja sebagai seorang guru? Apakah kamu penasaran bagaimana, sih, rasanya menjadi guru? Apa yang dikerjakan oleh guru? Suka duka menjadi seorang guru dan lain sebagainya? Kalau kamu penasaran, mumpung ada salah satu teman kita yang merupakan seorang guru, yuk, kita tanya-tanya Nurul Mardhiyah terkait profesinya!

Halo Nurul! Kamu kerja sebagai apa dan dimana sih?

“Halo, sekarang aku kerja jadi guru, nih. Aku nggak mengajar di sekolah untuk saat ini. Aku masih mengajar privat di daerah sekitar BSD dan Alam Sutera, Tangerang Selatan. Pelajaran yang aku ajarkan ialah Matematika dan IPA untuk jenjang SD dan SMP. Khusus untuk jenjang SMA, aku hanya mengajar mata pelajaran Matematika.”

Memangnya, apa alasan kamu memilih untuk bekerja sebagai Seorang Guru?

“Sebenarnya, ketika aku masih duduk di bangku SMA, aku memiliki cita-cita untuk menjadi seorang pramugari. Namun, karena persyaratan menjadi pramugari salah satunya ialah aku harus buka kerudung, menurutku persyaratan tersebut sulit untuk dilakukan.”

“Nah, karena hal tersebut, akhirnya aku mengganti cita-citaku menjadi seorang guru. Aku ingin menjadi seorang guru karena pada saat itu, aku menganggap bahwa guru merupakan profesi yang seru dan menyenangkan. Pada kenyataannya, menjadi guru memang merupakan suatu profesi yang seru dan menyenangkan, kok!”

“Aku pun memilih mengajari anak-anak pelajaran Matematika dan IPA dikarenakan aku suka dengan kedua pelajaran ini ketika masih di sekolah, hingga akhirnya, aku memutuskan untuk masuk ke Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta dengan mengambil Fakultas Tarbiyah.”

Memangnya, bekerja sebagai Guru sesuai ya dengan Pendidikan Terakhirmu?

“Wah, tentu, dong! Ketika aku kuliah, aku masuk ke Fakultas Tarbiyah. Kalau kamu menanyakan, apa, sih, Fakultas Tarbiyah itu? Well, makna dari tarbiyah adalah proses pengembangan dan bimbingan meliputi jasad, akal dan jiwa, yang prosesnya dilakukan secara berkelanjutan. Makna lainnya dari tarbiyah adalah suatu kegiatan yang disertai dengan penuh kasih sayang, kelembutan hati, perhatian, bijak dan menyenangkan. Sebenarnya, masih banyak makna dari tarbiyah, namun mudahnya, tarbiyah itu sendiri merupakan suatu kata dari Bahasa Arab yang berarti pendidikan. Yap! Fakultasku adalah fakultas pendidikan.”

profesi guru

“Program studi yang aku ambil semasa kuliah ialah Program Studi Pendidikan Matematika. Semasa aku berkuliah, aku belajar banyak hal, lho. Aku nggak hanya belajar tentang matematika saja, namun, aku pun belajar untuk menjadi seorang guru yang baik untuk murid-muridnya.”

Kemampuan yang harus dimiliki sebagai seorang Guru, tuh, ada apa saja, sih?

“Yang jelas, selain kamu harus paham dengan mata pelajaran yang akan kamu pelajari, kamu harus memiliki kemampuan dalam psikologi anak. Kamu harus paham dengan psikologis setiap murid-muridmu. Kenapa, sih, kita harus paham dengan psikologis dari murid-murid kita? Ya, jawabannya agar apa yang kita sampaikan ke murid dapat dipahami dan kita juga bisa mengembangkan murid-murid  kita sesuai dengan kemampuan mereka.”

“Dengan belajar psikologis dari murid-murid, kamu juga akan tahu, bagaimana, sih, cara belajar dari murid-murid tersebut. Kamu nggak bisa selalu memaksakan cara belajarmu ke anak muridmu karena setiap orang pastinya memiliki cara belajar yang berbeda-beda. Kalau kamu memaksakan cara belajarmu ke muridmu, yang ada, muridmu malah bersikap nggak peduli dengan apapun yang kamu ajarkan.”

“Intinya, sih, kamu harus paham tentang murid-muridmu agar apa yang kamu ajari bisa diserap dan dimengerti oleh muridmu. Murid-murid pun harus mengerti dikarenakan merasa paham, bukan dikarenakan mereka merasa terpaksa atau takut sama gurunya.”

Bagaimana suka dan dukamu bekerja sebagai seorang Guru?

“Aku paling sedih kalau murid-muridku membuang-buang waktu untuk belajar. Misalnya, nih, aku sudah datang ke rumah muridku untuk mengajar. Eh, muridnya malah ngajak  ngobrol, ngajak main dan sebagainya. Akhirnya, waktu pun terbuang begitu saja, padahal, target materi yang diajarkan ada banyak.”

“Yang bikin aku lebih sedih, karena dalam proses belajar si murid lebih sering main-mainnya, akhirnya ketika ulangan, mereka malah nggak bisa dan dapat nilai jeblok. Kalau seperti itu, akhirnya aku yang merasa nggak enak kepada orangtua murid-muridku. Aku jadi merasa kalau aku kurang maksimal dalam mengajarkan muridku.”

“Kalau senangnya, karena menjadi guru sudah menjadi cita-citaku, aku selalu merasa senang untuk mengajar walaupun terkadang lelahnya terasa. Aku senang, karena murid-muridku jadi paham tentang pelajaran mereka. Selain itu, aku juga jadi belajar bahwa tipe anak-anak itu beragam, lho, sehingga ini bisa jadi bekal aku untuk menjadi orangtua kelak, hehe.”

Tips untuk teman-teman yang mau menjadi Guru?

profesi guru

“Intinya, sih, kamu harus paham tentang psikologis setiap murid-muridmu karena dengan cara tersebut kamu akan lebih mudah mendekati dan mengajari murid-muridmu. Selain itu, kamu juga harus tahu tentang apa, sih, keinginan dari para muridmu ketika belajar. Setelah mengetahui apa keinginan mereka, kamu jadi bisa membuat cara belajar yang lebih kondusif agar apa yang diajarkan dapat diterima oleh murid-murid dengan benar.”

“Kamu juga nggak boleh menghakimi murid-muridmu. Misalnya, nih, ketika kamu ketemu murid yang rada sulit diajari, kamu jangan hakimi mereka dengan bilang kalau muridmu nakal atau sulit diajari. Justru kamu harus puji mereka dan berikan hal-hal positif agar muridmu lebih sadar bahwa sifat tersebut nggak baik dan harus diperbaiki.”

“Perlu diingat juga bahwa setiap anak itu special sehingga kamu nggak bisa menyamakan perlakuanmu ke semua murid-muridmu. Kamu pun harus biasa untuk melatih kesabaran, ya, hehe.”

***

Nah, dari penuturan Nurul tentang pekerjaannya sebagai Guru, bagaimana, nih, gaes, menurutmu? Menarik, nggak, sih bekerja sebagai seorang Guru?

Baca juga:

(Sumber gambar: Instagram: @nurulmardhiiyah)

LATEST COMMENT
Maulida Nur Perdani | 3 jam yang lalu

bantu jawab ya.. kalau memang hanya minat di rumpun soshum, ambil soshum saja bisa kok, gak harus ipc ^^

Strategi Sukses IPC di SBMPTN Serta Pertimbangan Memilih IPC
Anisa | 13 jam yang lalu

Kk aku kan dari jurusn ipa, tapi pas mau kuliah mau ngambil soshun, itu apakah harus utbk nya sohsun atau ipc kk?

Strategi Sukses IPC di SBMPTN Serta Pertimbangan Memilih IPC
Tisam Ali | 20 jam yang lalu

Apakah masih bisa diubah? Jika ya, silakan coba di prodi yang lain. Namun apabila telah telanjur dan tidak bisa diubah, maka saran saya coba jalani. Bulatkan tekad untuk menjalani perkuliahan. Dari situ, kamu benar-benar dapat mengetahui apakah salah jurusan atau ternyata bisa dijalani.

Balada Salah Jurusan Kuliah dan Solusinya. Nggak Harus Pindah Jurusan, Kok!
Tisam Ali | 20 jam yang lalu

Hai Kristin, untuk teknis pengisian, bisa kamu tanyakan ke pihak kampus. Kebanyakan kampus sudah menerapkan pengisian berbasis komputer secara online. Ada pula yang masih mengisi secara manual (tertulis).

Strategi Mengisi KRS: Memilih Mata Kuliah dan Menentukan Jumlah SKS
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Youthmanual ©