Menu

Bekerja Sebagai Barista: Menarik, Nggak, Sih?

Kopi merupakan sebuah minuman yang pada hari ini menjadi suatu kebutuhan bagi sebagian orang. Tanpa kopi, orang-orang tersebut bisa, lho, menjadi seseorang yang uring-uringan seharian, merasa ngantuk, merasa malas dan sebagainya. Nah, maka dari itu, kopi menjadi teman baik bagi mereka untuk menghindari hal-hal tersebut.

Memangnya, kenapa, sih, kok, banyak banget orang yang lebih memilih minum kopi sebelum menjalankan aktivitasnya? Karena kopi dapat membuatmu merasa nggak capek dan mengantuk. Tubuh kita bisa merasa mengantuk karena ada sinyal adenosine yang dikirimkan tubuh kita ke otak. Namun perlu kamu ketahui, otak kita pun memiliki reseptor adenosine, sehingga, kalau kamu minum kopi, kafein yang terkandung dalam kopi akan “tersangkut” di reseptor tersebut dan akhirnya kamu pun merasa nggak mengantuk ataupun capek.

Siapa, sih, orang-orang yang berjasa telah membuat kopi nan enak dan juga bermanfaat ini? Yap! Berterimakasihlah kepada para barista! Karena adanya barista-barista ini, berbagai macam kopi yang diseduh dengan berbagai macam teknik pun menjadi lebih mudah untuk kamu dapatkan dan rasakan.

Menjadi seorang barista bukanlah persoalan yang mudah, lho, gaes! Kata siapa barista kerjanya hanya nyeduh-nyeduh kopi, saja? Para barista harus tahu banyak tentang teknik penyeduhan kopi yang beragam, macam-macam kopi bahkan hingga cara meminum kopi.

Lalu, kerja menjadi seorang barista seru nggak, ya? Susah nggak, sih, kerja sebagai seorang barista? Apa, ya, skills yang harus dimiliki oleh seorang barista? Suka duka menjadi barista, tuh, apa, ya? Eits, penasaran? Sabar dulu, gaes! Semua jawabanmu akan terjawab! Mumpung ada teman kita yang bernama Aldo, yang bekerja sebagai orang barista, yuk, kita tanya-tanya seputar profesinya!

Halo Aldo! Kamu kerja sebagai apa dan dimana sih?

aldo fernando kuppie cafe

“Halo! Untuk saat ini saya bekerja di Kuppie Café yang letaknya di Senayan Trade Center dan lebih tepatnya di ground floor sebagai Barista . Kalau kamu mau nongkrong-nongkrong di warung kopi dan mau tau seputar kopi lebih lanjut, boleh, kok, mampir, hehe.”

Wah, keren ya! Emang kalau jadi Barista  kerjaannya atau job description-nya apa, sih?

“Wah, kalau ngomongin job description ada banyak banget, nih, yang harus kamu tahu. Sebelum bisa membuat kopi dan latte art yang super unyu a.k.a cute alias lucu dan instagramable, kamu harus banget bisa menjaga kebersihan station atau lingkungan kerja seperti bar dan sebagainya. Kamu juga harus memperhatikan kebersihan dari utensil dan mesin espresso. Selain agar enak dilihat, kebersihan utensil dan mesin espresso pun mempengaruhi rasa kopi yang dihasilkan, lho.”

“Selain membersihkan, kamu juga harus menjaga mesin espresso tersebut. Kamu harus tahu, nih, mesin espresso itu dihubungkan dengan pipa water intake ke saluran air, namun, karena di Indonesia kadar airnya nggak sesuai dalam mengekstraksi kopi yang nikmat, jadi kita menggunakan air kemasan atau air galon.”

“Kata siapa barista nggak bersih-bersih, juga? Sebagai barista pun saya harus membersihkan meja yang telah digunakan oleh costumer, lho. Saya juga harus menjaga stock agar pada saat operasional tidak ada barang yang kurang. Karena saya sudah berpengalaman, saya pun dipercayakan untuk mengoperasikan mesin kasir.”

“Nah, itu kan secara general, sekarang saya akan masuk ke job description yang lebih detail sebagai barista. Waktu kamu datang, hal pertama yang harus kamu lakukan ialah kalibrasi. Kalibrasi, tuh, apa, sih? Kalibrasi adalah pengekstrasian kopi menjadi espresso yang optimal. Memangnya kenapa, sih, harus di kalibrasi? Kan espresso pahit dong? Nah, itu adalah contoh espresso yang kurang baik, espresso itu tidak selalu pahit. Kalau terekstrasi dengan benar, banyak, kok, rasa-rasa yang muncul seperti manis, asam dan bahkan asin. Untuk aroma, kamu bisa mencium wangi kacang, coklat atau buah-buahan. Kalau kamu penasaran, kamu bisa, kok, lihat di SCA (Specialty Coffee Association) Flavour Wheel. Disitu ada tiga puluh enam jenis aroma dan rasa yang bisa muncul dari kopi, lho.”

“Oh iya, perlu kamu ketahui, nih, pada dasarnya kopi itu memiliki soluble (dapat dilarutkan) sebesar 18% – 22%  sisanya adalah ampas kopi yang tidak terlarut. Untuk mengakali hal ini, kamu harus menyesuaikan grinder kopi yang bertujuan untuk menghaluskan atau mengkasarkan hasil bubuk kopi. Selanjutnya, saya harus mengatur jumlah masa air yang keluar pada saat proses pengekstrasian. Saya pun harus menimbang jumlah bubuk kopi yang akan dipakai. Setelahnya, saya harus mengatur suhu dari air yang akan digunakan dalam proses pengekstrasian. Kalau menurut saya rasa espresso-nya sudah pas, barulah masuk ke proses selanjutnya yaitu dijadikan espresso based drink seperti cappuccino, caffe latte dan sebagainya. Eh? Malah kepanjangan bahas job description-nya, ya? Hehe.”

Memangnya, apa alasan kamu memilih untuk bekerja sebagai Barista  ?

“Menjadi barista itu seperti menjalankan hobi. Untuk membuat suatu kopi yang nikmat, banyak banget hal yang bisa saya kulik. Selain itu, ambience coffee shop yang ramah dan easy going membuat costumer bukanlah raja, melainkan teman yang harus saya suguhkan kopi yang nikmat. Jadi, saya membuat kopi bukan karena terpaksa atau dibawah tekanan, namun, rasa senang kalau costumer dapat menikmati kopi yang telah dibuat. Kalau kamu merasa seperti ini, kamu cocok banget jadi seorang barista!”

Kemampuan yang harus dimiliki sebagai seorang Barista , tuh, ada apa saja, sih?

”Karena menjadi barista adalah hobi bagi saya, selama kamu suka dengan lingkungan yang ramah, easy going dan tentunya penuh dengan perkopian, kamu bisa-bisa saja menjadi seorang barista. Selama kamu mau belajar tentang teknik pembuatan kopi, tentang perkopian itu sendiri, resep-resep kopi dan sebagainya, menjadi barista bukanlah sesuatu yang tidak mungkin.”

Bagaimana suka dan dukamu bekerja sebagai seorang Barista ?

“Untuk sukanya, karena saya sudah memiliki rasa cinta dengan perkopian, maka apapun menjadi suatu rasa suka bagi saya. Namun, rasa duka yang saya rasakan adalah ketika costumer merusak cita rasa dari kopi itu sendiri. Misalnya, nih, costumer menuangkan gula ke dalam kopi mereka, gula dapat merusak rasa roma dan tekstur dari si kopi.”

Tips untuk teman-teman yang mau menjadi Barista ?

“Intinya, kalau kamu ingin menjadi seorang barista, kamu harus suka dulu dengan dunia perkopian, karena belajar tentang perkopian itu terbilang cukup rumit. Kalau kamu suka dengan sesuatu pasti kamu akan melakukannya, kan? Kamu pun harus memiliki dedikasi tinggi juga. Selain itu, hospitality atau ramah tamah merupakan hal yang paling utama untuk kamu miliki.”

***

Nah, dari penuturan Aldo tentang profesinya sebagai barista, bagaimana, nih, gaes, menurutmu? Menarik, nggak, sih bekerja sebagai barista?

Baca juga:

(Sumber gambar: youworkforthem.com, instagram: @aldof02)

LATEST COMMENT
Gioabi Fashar | 6 jam yang lalu

siapa bilang gk bisa? yg ada di jurusan arsitektur itu gk ada itung2an dan jurusan arsitektur juga bukan cuma soal gambar. Jurusan arsitektur harus jago problem solving tapi bukan berarti harus jago matematika

5 yang harus Kamu Persiapkan Sebelum Masuk Jurusan Arsitektur
Nancy Tasia Sopaheluwakan | 20 jam yang lalu

Min , saya mau nanya kalau misalnya kita dari semester 1 dan 2 tidak masuk kuliah , apakah di semester 3 kita masih bisa masuk kuliah atau tidak ?

Strategi Mengisi KRS: Memilih Mata Kuliah dan Menentukan Jumlah SKS
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Youthmanual ©