Menu

Kenalan Dengan Data Scientist, Profesi Kekinian dengan Prospek Cerah!

acer

Gaes, ada yang pernah denger tentang Data Scientist‍? Atau… ada yang nantinya mau jadi seorang data scientist?

Buat yang belum pernah denger, data scientist adalah salah satu profesi di dunia digital yang baru aja naik daun dalam beberapa tahun terakhir. FYI, 10 tahun lalu, bisa dibilang nggak ada yang kenal dengan profesi ini, lho. Makanya, nggak heran kalau banyak yang masih belum familiar dengan profesi satu ini.

Jadi, profesi data scientist itu seperti apa, sih?

Data scientist adalah salah satu profesi yang berada dalam bidang interdisipliner dengan fokus pada teknologi informasi. Simpelnya, seorang data scientist mengumpulkan, mengolah, dan menganalisa data untuk menghasilkan informasi yang berguna dalam pengambilan keputusan suatu organisasi atau badan usaha. Hasil analisa tersebut biasanya berjumlah sangat besar, baik terstruktur maupun tidak terstruktur.

1

Sebenarnya, sebelum era big data, profesi-profesi serupa seperti analis data dan business intelligent sudah dikenal oleh para pelaku bisnis.

Tapi, kedua pofesi di atas hanya fokus pada penarikan hasil analisa, sedangkan data scientist memiliki “kewajiban” tersendiri untuk melakukan eksperimen berdasarkan hasil temuan agar dapat memberikan saran dan masukan yang paling tepat untuk dilakukan organisasi atau badan usaha terkait dengan manajemen strategi mereka selanjutnya.

Nah, sampai sini, pastinya kamu udah paham, dong, ya, kenapa profesi ini dinamai dengan Data scientist? Hihihi.

Kalau di dunia kerja, kurang lebih job description seorang data analyst adalah sebagai berikut.

  • Memberi saran berdasarkan hasil temuan analisis yang sudah diuji. Tujuannya, membantu klien untuk meningkatkan pelayanan.
  • Bekerja barengan anggota tim yang lain untuk mengidentifikasi dan memprioritaskan hal-hal yang harus ditindaklanjuti.
  • Melakukan penelitian, medesain, dan menganalisis berbagai sumber data untuk mencapai hasil yang ditargetkan.

Kalau mau jadi data scientist, berarti aku harus jadi anak IPA, dong?

Ya nggak, dong.

2

Mentang-mentang judulnya ‘scientist’ alias ‘ilmuwan’, bukan berarti untuk menjadi data scientist kamu harus memiliki latar belakang rumpun ilmu pengetahuan alam, kok. Profesi Data scientist bisa dijajal oleh siapa saja dari rumpun ilmu apa saja.

Bahkan kamu-kamu yang sudah menyelesaikan program sarjana dengan program studi spesifik yang nggak nyambung sama sekali dengan teknologi informasi, seperti Hukum‍ atau Kimia‍ bisa jadi seorang data scientist dengan menyambung pendidikan master (S2) dalam bidang terkait, lho. Yup, idealnya kamu melanjutkan studi jenjang S2 di bidang  data science.

Walaupun demikian, lulusan S1 juga bisa sih, bekerja sebagai data scientist. Secara garis besar, pengetahuan paling esensial yang dapat mempermudah kamu dalam menjadi seorang data scientist adalah pengetahuan dalam bidang komputer dan elektronik, ekonomi, matematika (khususnya statistik), manajemen, dan pelatihan.

Trus, soft skill tentunya nggak boleh kamu kesampingkan. Kamu harus memiliki keterampilan dan kecakapan yang mumpuni untuk bisa men-deliver hard skill kamu sebagai seorang data scientist yang jempolan.

Misalnya, kamu harus mampu berpikir kritis, bisa bekerja dalam tim, mampu menyaring data, memiliki daya analisis yang kuat, serta kemampuan komunikasi yang oke punya. Kebayang, 'kan, kalau  seorang data scientist nggak bisa mengkomunikasikan data-data temuannya kepada klien? Jadinya klien nggak bisa menarik kesimpulan untuk mengambil keputusan yang tepat, dong?

Kalau menurut Teguh Nugraha, data scientist perusahaan E-Marketplace Bukalapak, yang paling penting untuk dimiliki oleh seorang Data Scientist itu adalah rasa ingin tahu dan gemar bereksperimen. “Data Scientist harus selalu curious agar ketika mengakses data bisa langsung mengetahui apa yang harus dilakukan terhadap data tersebut. Kita (data scientist) juga harus sering melakukan pengujian, supaya bisa mengetahui efek dari A atau B sehingga dapat merekomendasikan ide mana yang lebih baik serta mengetahui seberapa signifikan perubahan yang terjadi."

Lalu gimana soal prospek karier data scientist di masa depan?

Dalam salah satu artikel Harvard Business Review di tahun 2012, profesi data scientist adalah salah satu profesi yang paling “hot” di abad 21 ini. Dalam 10 tahun terakhir, prospek profesi satu ini meningkat sampai 30 kali lipat, lho!

3

Di Indonesia sendiri, sudah banyak perusahaan-perusahaan besar yang bergerak dalam bidang telekomunikasi dan perbankan serta berbagai startup menggunakan jasa Data Scientist dan menjadikannya sebagai salah satu posisi penting di manajemen mereka.

Fajar Jaman, Ketua Komunitas Data Science Indonesia (DSI) dalam wawancaranya untuk Tech in Asia mengaku seringkali minta “dicarikan” seorang data scientist oleh berbagai perusahaan korporat maupun startup setiap minggunya.

Tapi sayang banget, tenaga data scientist yang dimiliki oleh negara kita masih terbilang sangat sedikit. Hal ini diperkirakan karena klien lokal kebanyakan kalah saing dengan klien luar negeri dalam mendapatkan talent terbaik dari negara kita. Yup, data scientist Indonesia banyak yang dipekerjakan perusahaan di luar negeri. Artinya, demand untuk tenaga profesional ini lagi tinggi banget, sehingga kamu nggak perlu khawatir untuk kehabisan peluang kerja. Malahan, seorang data scientst yang canggih nggak perlu mencari kerja. Justru perusahaan-perusahaan lah yang "memburu" dirinya. Asik!

***

Gimana, gaes? Setelah baca artikel ini, apakah kamu tertarik untuk menjadi seorang data scientist di masa depan?

(sumber gambar: themeasurementstandard.com, squarespace.com, civilservice.gov.uk, imarticus.org)

LATEST COMMENT
Gioabi Fashar | 7 jam yang lalu

siapa bilang gk bisa? yg ada di jurusan arsitektur itu gk ada itung2an dan jurusan arsitektur juga bukan cuma soal gambar. Jurusan arsitektur harus jago problem solving tapi bukan berarti harus jago matematika

5 yang harus Kamu Persiapkan Sebelum Masuk Jurusan Arsitektur
Nancy Tasia Sopaheluwakan | 21 jam yang lalu

Min , saya mau nanya kalau misalnya kita dari semester 1 dan 2 tidak masuk kuliah , apakah di semester 3 kita masih bisa masuk kuliah atau tidak ?

Strategi Mengisi KRS: Memilih Mata Kuliah dan Menentukan Jumlah SKS
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Youthmanual ©