Menu

Inilah Startup Inspiratif Karya Anak Muda yang Berfaedah Untuk Sesama

 

 

 

Nggak hanya bikin usaha buat mencari keuntungan, anak muda berikut ini bikin startup yang bermanfaat bagi sesama dan masyarakat. Karena kiprah mereka di dunia startup, para founder ini pun didaulat sebagai 30 Forbes Under 30 Asia. Ini adalah penghargaan untuk anak muda di bawah 30 tahun yang menginspirasi dan memiliki pencapaian yang keren. Semoga bisa menginspirasi kamu, ya!

1. WeCare.id

Mesty Ariotedjo, founder

Almamater: Pendidikan Dokter, Universitas Indonesia‍, SMAN 8 Jakarta

mesty ariotedjo wecareid

Setelah dilantik menjadi dokter, cewek kelahiran 25 April 1989 ditugaskan ke Ruteng, Flores. Di situ, mata Mesty semakin terbuka soal kebutuhan masyarakat tidak mampu akan layanan kesehatan. Di sisi lain, dokter yang jago main harpa ini  mengenal orang-orang yang ingin membantu, namun nggak tau harus disalurkan ke mana.

Sebagai upaya memberikan solusi, Mesty mendirikan WeCare.id, platform digital untuk menghubungkan pasien yang membutuhkan dengan penyandang dana. Siapa saja bisa berpartisipasi di WeCare.id dengan sumbangan minimal Rp25,000. Pengelolaan keuangannya dibuat dengan simpel dan transparan. Yaitu, di website diberikan keterangan mengenai kondisi pasien (dengan persetujuan si pasien, tentunya) beserta dana yang diperlukannya. Kemudian, penyumbang bisa memilih pasien yang ingin dibantu, dan nanti otomatis akan ter-update berapa dana yang terkumpul untuk pasien tersebut.

Selain itu WeCare.id juga bekerja sama dengan berbagai pihak, seperti bisnis lokal hingga berbagai instansi. “Kami sudah bekerja sama antara lain dengan dinas kesehatan Jawa Barat dan Rumah Sakit Siloam,” ujar Mesty saat diwawancara media Tempo.

2. E-fishery

Gibran Huzaifah El Farizy, founder dan CEO

Almamater: Fakultas Ilmu dan Teknologi Hayati di Institut Teknologi Bandung (ITB), SMA Islam PB. Soedirman 2 Bekasi

gibrann  huzaifah efishery

Sejak kuliah, Gibran sudah merintis usaha budidaya lele kecil-kecilan. Kemudian ia mengembangkan usahanya hingga menghasilkan produk olahan hasil tambak seperti nugget ikan. Nah, Gibran pun menyadari salah satu masalah yang dihadapi petambak ikan adalah soal pakan ikan. Takaran dan frekuensinya harus tepat sehingga hasilnya baik. Seringkali, hasil tambak nggak maksimal karena makanan yang kurang atau justru kelebihan. Di sisi lain, ongkos buat pakan nggak sedikit, lho, yakni mencapai 80 persen dari total pengeluaran.

Gibran pun punya ide untuk mengatasi hal tersebut. Ia mengembangkan e-fishery, gadget dan software untuk mengatur pakan ikan dengan sistem tersambung ke internet dan dapat dikendalikan dari jauh dengan komputer. E-fishery, dapat merekam catatan makanan yang diberikan pada ikan. E-fishery juga dilengkapi sistem yang memiliki sensor nafsu makan ikan. Canggih ya? Hasilnya, pemberian pakan menjadi lebih efektif sehingga biaya bisa ditekan hingga 21 persen.

Yup, e-fishery adalah startup yang menawarkan solusi pada petambak. Kini, teknologi tersebut digunakan belasan ribu pengusaha tambak di Jawa, Sumatra, dan Kalimantan. E-fishery juga sudah dipesan oleh konsumen dari Thailand, Singapura, India, China, Brazil, dan berbagai negara di Afrika. Wih!

3. Kitabisa.com

Muhammad Alfatih Timur, founder

Almamater: Manajemen, Fakultas Ekonomi UI, SMAN 1 Padang

Cowok yang menempuh kelas akselerasi semasa SMA ini mendirikan platform crowdfunding KitaBisa.com. Crowdfunding adalah sistem pendanaan dari masyarakat, seperti yang juga dijalani oleh WeCare.id. Di sini, masyarakat bisa berinisiatif melakukan proyek penggalangan dana untuk kegiatan sosial dan ditampilkan di halaman KitaBisa.com beserta besarnya dana yang diperlukan. Proyeknya bisa berupa solidaritas bencana alam, gerakan pendidikan, biaya pengobatan, program kemanusiaan, dan lainnya.

Tentu saja proyek yang diajukan akan diseleksi terlebih dahulu oleh tim KitaBisa. Biaya yang dibutuhkan, kampanye penggalangan dana, serta jumlah uang yang masuk, terpampang di situs Kita Bisa. Sejauh ini sudah ada 6,692 proyek yang didanai melalui KitaBisa,  dengan total uang yang terkumpul Rp148,441,662,620 serta melibatkan 408,099 “orang baik” alias partisipan yang memberi sumbangan. Yup, gede banget kan impact-nya? Kini, ada juga fasilitas membayar zakat di aplikasi KitaBisa.

Oya, mentor Alfatih adalah dosennya sendiri yang juga merupakan tokoh ekonomi Indonesia, Rhenald Kasali.

***

Di samping contoh di atas, masih banyak anak muda lainnya yang berinisiatif mendirikan startup yang berfaedah bagi masyarakat. Mudah-mudahan kamu segera menyusul mereka. Tapi gimana sih, langkah buat mendirikan startup yang  bermanfaat seperti itu. Ada 6 poin yang penting dillakukan untuk membangun startup.

1. Buka mata, buka telinga. Perhatikan sekeliling kamu dan cari tahu apa yang diperlukan masyarakat. Apa yang bisa membantu mereka atau yang menjadikan lingkungan lebih baik lagi. Misalnya, banyak remaja yang menganggur atau anak-anak dengan gizi nggak seimbang.

2. Selanjutnya, ketahui pula apa yang bisa kamu lakukan. Ini bisa berkaitan dengan latar belakang ilmu, pengalaman, atau wawasan kamu.

Misalnya, Mesty yang dokter memang pas banget untuk bikin startup kesehatan. Sedangkan Gibran yang sempat usaha lele juga paham akan kebutuhan petambak. Bisa juga sih, kamu muncul dengan berbagai ide kreatif seperti Alfatih yang membawa konsep crowdfunding. Temukan ide-ide segar dan bermafaat yang sejalan dengan dirimu.

3. Karena startup dan pekerjaan apapun saat ini bisa dibilang nggak lepas dari teknologi, maka kamu harus mengasah literasi digital dan skill teknologi.

4.  Cari orang-orang yang bisa membantu kamu mewujudkan startup tersebut. Mulai dari rekan yang mengerti soal teknologi informasi dan membuat aplikasi, partner untuk diskusi dan membangun startup, hingga mentor. Yup, kayak Alfatih yang dimentori oleh dosennya, Rhenald Kasali.

5. Jangan lewatkan berbagai peluang untuk mengembangkan startup kamu. Mulai dari ikutan workshop, pelatihan hingga kompetisi startup. Btw, e-fishery awalnya memenangkan kompetisi startup sehingga dapat modal, lho.

6. Ingat bahwa bikin startup bukan lah sesuatu yng instan dan mudah. Mesti punya semangat besar dan pantang nyerah. Ide kamu mungkin akan gagal berkali-kali, namun kamu harus bisa bangkit lebih banyak lagi. Tsaah! Tapi beneran deh, segala penolakan, kegagalan, dan semacamnya itu adalah pengalaman berharga dalam membuat startup.  Semua itu merupakan bagian dari proses menuju sukses yang haqiqi. Syedap!

Btw, gadget apa sih, yang cocok untuk anak muda aktif, punya kepedulian tinggi, dan calon founder startup kayak kamu (jieehhhh!)? Pastinya, kamu butuh perangkat canggih yang bisa buat bekerja, mudah dibawa-bawa, nyaman untuk browsing, update berita,  dan mencatat ide-ide kamu.

Acer Spin Series yang merupakan laptop hybrid recommended banget untuk kamu. Berbagai mode-nya bisa disesuaikan dengan kebutuhan kamu. Apalagi kamu punya kegiatan yang padat dengan mobilitas tinggi. Kamu bisa memilih Acer Spin 5, laptop 13.3 inci dengan OS windows 10, prosesor Intel Core i5, dan  didukung RAM DDR4 yang dapat di-upgrade hingga 16GB.  Atau bisa juga memilih Acer Spin 7 dengan prosesor Intel  Core i7, yang layarnya lebih besar (14 inci) namun lebih tipis dan lebih ringan. Seri Spin ini bisa memenuhi kebutuhan anak muda yang aktif macam kamu.    

 

(sumber gambar: tempo.co, agsum.jp, viva, Kompas.print, acer.com)                                

LATEST COMMENT
Dinnookk | 1 jam yang lalu

Kasus serupa dengan saya wkw

Q & A Tanya Youthmanual: Bedah Jurusan Ilmu Komunikasi
Suho Wife | 6 jam yang lalu

Kak di unbraw nggak ada bisnis internasionalnya ka?

Daya Tampung SNMPTN 2019 di Universitas Brawijaya
Sheila Amadea | 1 hari yang lalu

Hai, aku bantu jawab. Aku Sheila, saat ini mahasiswi Okupasi Terapi UI tahun kedua. Prospek kerja di daerah bukan perkotaan justru besar banget. Kalau bisa dibilang, Okupasi Terapi adalah salah satu jurusan yang jarang ditemui di Indonesia. Di Bogor, tempat tinggalku sekarang aja hanya ada 1 orang Okupasi Terapis di RS, dan belum termasuk mahasiswa yang sedang praktek klinik atau magang di RSJ (dari info yang aku tahu sejauh ini, ya. Mungkin saat ini sudah bertambah di klinik-klinik). Kalau kamu dari daerah yang jauh dari kota, kemungkinannya sangat sangat besar tenaga Okupasi Terapis dibutuhkan. Jadi, kalau kamu tertarik dengan jurusan ini dan saat ini tinggal di daerah bukan perkotaan, ini jadi peluang yang buagus banget buat kamu meningkatkan kesejahteraan daerah kamu sendiri. Semangat!

Mengenal Lebih Dekat Program Studi Okupasi Terapi
priandari | 1 hari yang lalu

sistem penilaian untuk tesnya bagaimana ya kak?

Serba-Serbi Seleksi Mandiri Universitas Airlangga
Puan Nur R | 2 hari yang lalu

Mau tanya kak kalau ketrima sbmptn boleh ikut Ujian Mandiri atau tidak ya?

10 Perubahan Penting SNMPTN dan SBMPTN 2019
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Youthmanual ©