Menu

30 Soft Skill yang Nggak Bisa Kamu Dapatkan di Bangku Sekolah (Tapi Berfaedah Besar untuk Masa Depan)

Yang namanya pendidikan formal, pasti lebih memfokuskan pengembangan diri kamu sebagai para pelajar yang menuntut ilmu di dalamnya dari segi hard skill. Kecerdasan itu berharga, sob!

Tapi, jangan lupa kalau soft skill pun nggak kalah pentingnya dari penguasan hard skill yang mumpuni, lho, ya. Jika kamu hanya mempertajam hard skill tapi soft skill kamu jongkok abis, kamu nggak akan bisa mencapai kesuksesan dengan jalan yang mulus. Duh…

Pengembangan soft skill pun nggak bisa kamu dapatkan melalui metode belajar-mengajar formal. Soft skill hanya bisa dikuasai oleh kamu yang giat mencari pengalaman informal yang berguna dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Jadi mulai sekarang jangan cuma fokus belajar aja, ya. Cari pengalaman di luar seperti berorganisasi dan bersosialisasi juga perlu!

Jadi, apa aja, sih, soft skill yang nggak bisa kamu dapatkan di di bangku sekolah—tapi berfaedah besar untuk masa depan?

1. Menjadi pendengar yang baik. Mau mendengarkan orang lain itu bisa menumbuhkan rasa percaya mereka terhadap kamu, lho. Hal itu membuat kamu mudah membangun relasi dan belajar dari cerita dan pengalaman mereka.

2. Bisa dikritik. Umpan balik yang kamu terima melalui kritikan sangat berguna sebagai bahan evaluasi diri untuk bisa mengembangkan diri menjadi lebih baik. So, kalau dikriti, jangan keburu marah, ya!

3. Adaptif. Bisa menyesuaikan diri dalam segala situasi lingkungan yang berubah dengan cepat ini akan membuat kamu mudah survive dan nggak gampang “tenggelam” dalam kedinamisan.

4. Asertif ketika dibutuhkan. Sifat ini emang nggak bisa dimiliki oleh semua orang, tapi ada baiknya jika kamu membiasakan diri untuk mengkomunikasikan apa yang kamu inginkan, rasakan, dan pikirkan kepada orang lain dengan mempertimbangkan perasaan mereka terlebih dahulu.

5. Fokus di satu kegiatan. Multitasking itu ternyata buka hal yang baik dan mengesankan, sob! Apalagi generasi kamu yang dikenal memiliki short-attention span, rasanya pas banget kalau kamu bisa melatih fokus kamu hanya untuk satu kegiatan tertentu.

fokus

6. Bisa bekerja dalam teamwork. Karena nggak ada pekerjaan di dunia ini yang bisa dikerjakan sendiri, maka kamu harus bisa menjadi seorang team player yang baik untuk melatih rasa toleransi dan solidaritas.

7. Well-mannered. Tata krama itu harga mati banget buat kamu yang ingin sukses! Sebelum orang-orang memahami kemampuan kamu yang sebenarnya, mereka bisa menilai kamu lewat gerak-gerik kamu dalam menyikapi sesuatu.

8. Dapat menyelesaikan konflik. Perseteruan bisa terjadi di mana-mana, sehingga butuh banyak orang-orang berkepala dingin yang dapat menengahi konflik-konflik tersebut dan menyelesaikannya dengan adil.

9. Bisa mengelola stress. Kamu nggak akan bisa mencapai kesuksesan dengan mudah jika kamu nggak bisa mengelola stress kamu dengan baik. Jangan sampai waktu kamu terbuang sia-sia cuma gara-gara stress yang nggak ada habisnya?

10. Senang melayani orang lain. Melayani orang lain nggak selalu soal pekerjaan blue collar, lho, ya. Senang melayani orang lain berarti kamu akan sedia membantu orang lain yang membutuhkan kamu tanpa rasa pamrih.

layanan

11. Dapat membuat keputusan dengan cepat. Karena hidup kita adalah suatu perlombaan, kamu yang bisa membuat keputusan yang tepat namun butuh waktu lama bisa aja kalah dengan mereka yang bisa mengambil keputusan dengan cepat. Duh!

12. Nggak ragu untuk mempelajari hal baru. Logikanya, kalau kamu berhenti belajar, kamu akan berhenti berkembang. Jadi, jangan jadikan alasan “udah kepalang tua” untuk kamu malas-malasan mencari ilmu, ya.

13. Bisa mengikuti instruksi. Nggak selamanya hidup kamu selalu mengikuti “aturan” sendiri. Kamu juga harus belajar menaati aturan dan mengikuti instruksi untuk membuktikan bahwa kamu adalah pendengar yang baik dan dapat menjadi contoh bagi yang lainnya.

14. Kemampuan interpersonal yang baik. Orang yang menyenangkan adalah orang yang tahu bagaimana cara berinteraksi dengan sekitarnya. Jadilah orang yang observatif sehingga kamu dapat mengasah kemampuan interpersonal kamu jadi lebih jempolan.

15. Berpikir kreatif. Berpikir kreatif adalah kunci utama untuk dapat membiasakan diri dalam berpikir kritis, karena ada banyak sekali permasalahan di muka bumi ini yang nggak bisa diselesaikan dengan baca buku teks semata. So, ability to think outside the box is a must!

kreatif

16. Kepribadian yang bersahabat. Hal satu ini dapat memudahkan kamu dalam menciptakan image yang approachable di mata orang lain. Menurut penelitian, dengan tingkat penguasaan hard skill yang sama, individu dengan kepribadian yang hangat dan bersahabat memiliki peluang yang jauh lebih besar untuk dapat diterima dalam seleksi kerja, lho!

17. Persuasif. Ketika kamu bisa berkomomunikasi dengan efektif, kamu sudah bisa menarik atensi orang-orang. Namun jika kamu bisa berkomunikasi dengan lebih persuasive, kamu akan dapat mengikat atensi mereka dengan lebih mudah.

18. Selalu berpikir positif. Pikiran positif adalah akar dari segala kegiatan yang bisa kamu lakukan dengan baik, sehingga jika kamu nggak ingin sering menemui kegagalan dan kekecewaan, kamu harus selalu menanamkan mindset positif di otak kamu.

19. Inovatif. Jadi orang yang kreatif aja nggak cukup, gaes! Kamu juga harus bisa menggunakan sudut pandang orang lain dalam pespektif kamu untuk dapat memberikan solusi yang berfaedah dalam setiap keputusan yang akan kamu ambil.

20. Paham pentingnya komunikasi non-verbal. Bahasa tubuh adalah hal yang pertama kali digunakan oleh orang-orang untuk menilai kamu. Maka, ada baiknya jika kamu memperbaiki bahasa tubuh kamu menjadi lebih profesional agar dapat dianggap serius oleh orang lain.

bahasa tubuh

21. Punya teknik menyusun perencanaan dan tujuan yang baik. Ide brilian nggak akan ada gunanya jika nggak dapat diolah dan dieksekusi dengan baik. Kamu wajib menguasai kemampuan satu ini agar ide-ide cemerlang yang ada di otak kamu nggak sia-sia.

22. Great sense of humor. Bayangin, deh kalau kamu hidup di dunia tanpa humor. Pasti rasanya hambar dan nggak berwarna. Saik!

23. Tepat waktu. Siapa, sih, yang betah nunggu? Karena jadi orang yang nunggu dan ditungguin itu sama-sama nggak enaknya, dari sekarang biasakan diri untuk tepat waktu dalam melakukan segala hal, ya!

24. Senang mencari tahu. Nggak selamanya jadi orang kepo itu ngeselin, ya, sob. Kepo disini adalah kepo seputar hal-hal yang berfaedah untuk menambah pengetahuan dan mengasah kemampuan kamu, bukan akun-akun hosyip, hihihi.

25. Up to date. Kamu nggak akan bisa keep up dengan semua perubahan yang ada di muka bumi ini jika kamu menutup diri dari segala informasi terbaru yang beredar. Kudet tanda nggak sukses, nih!

up to date

26. Tahu kapan harus bekerja dan beristirahat. Terlalu memaksakan diri untuk bekerja bisa berakibat fatal pada kesehatan fisik dan mental kamu. Agar nggak terjadi hal-hal yang nggak diinginkan, kamu harus tahu batas kemampuan fisik dan mental kamu dalam bekerja dan menempatkan diri untuk beristirahat sesuai kebutuhan.

27. Mampu melihat potensi orang lain. Bisa melihat kemampuan terpendam orang lain berarti kamu bisa membantu mereka mengembangkan diri, sehingga kamu dapat membangun relasi dan kepercayaan seseorang terhadap kamu dengan lebih baik.

28. Memimpin dengan contoh. Pemimpin yang baik itu kerjaannya nggak cuma nyuruh-nyuruh, lho. Pemimpin yang baik adalah mereka yang berani turun ke lapangan dan memberikan contoh yang baik untuk diikuti oleh para bawahannya.

29. Menghargai siapa saja. Meskipun kamu memiliki posisi tinggi di lingkungan kamu, kamu tetap harus menghargai siapa saja—bagaimana pun statusnya. Ingat, rasa hormat hanya bisa diperoleh jika kamu menghormati orang lain terlebih dahulu

30. Memiliki kecerdasan emosional yang baik. Banyak ahli meyakini bahwa kecerdasan emosional nggak kalah penting dengan kecerdasan otak. Kecerdasan emosional bahkan bisa jadi prediksi yang lebih akurat dalam menentukan kesuksesan dan kualitas hidup seseorang, lho!

EQ

(sumber gambar: fastcompany.net, inquisitr.net, getcherubin.com, lynda.com, israelekanem.com, officedynamics.com)

LATEST COMMENT
Gioabi Fashar | 6 jam yang lalu

siapa bilang gk bisa? yg ada di jurusan arsitektur itu gk ada itung2an dan jurusan arsitektur juga bukan cuma soal gambar. Jurusan arsitektur harus jago problem solving tapi bukan berarti harus jago matematika

5 yang harus Kamu Persiapkan Sebelum Masuk Jurusan Arsitektur
Nancy Tasia Sopaheluwakan | 20 jam yang lalu

Min , saya mau nanya kalau misalnya kita dari semester 1 dan 2 tidak masuk kuliah , apakah di semester 3 kita masih bisa masuk kuliah atau tidak ?

Strategi Mengisi KRS: Memilih Mata Kuliah dan Menentukan Jumlah SKS
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Youthmanual ©