Menu

12 Nasehat Penting Untuk Generasi Millenials Dari Para Pemimpin Bisnis Sukses Dunia Yang Kalian Wajib Tau

Siapa yang pengen jadi orang sukses? *angkat tangan tinggi-tinggi*

Maka kamu perlu banget baca 12 tips karir terbaik dari orang-orang super sukses di bawah ini. Eits, tips-tips ini lebih dari sekadar nasehat “follow your passion” yang udah sering banget kita dengar, lho!

Penting disimak oleh kamu-kamu yang berumur 20an dan sedang berada di awal perjalanan karir. Masih 17 tahun? Silahkan baca juga, untuk bekal tiga tahun lagi, yes? :D

#1.  Never look back in regret - move on to the next thing
(Sir Richard Branson, Founder Virgin Group)




Intinya: Jangan buang-buang waktu dengan menyesali masa lalu dan kegagalan. Move on, sob! Selain itu, jangan takut untuk melakukan hal-hal baru.

"I have fun running ALL the Virgin businesses. Saya nggak pernah menganggap kegagalan sebagai pengalaman buruk, melainkan sebagai bagian dari proses belajar,"  kata Richard Branson. Yoi, anggap aja segala pengalaman pait kamu sebagai pelajaran hidup!

#2. Embrace failure
(JK Rowling, penulis serial Harry Potter)



Intinya: Kegagalan itu wajar, dan semua orang pasti pernah mengalaminya. JK Rowling sendiri pernah berada di titik terendah dalam hidupnya, sebelum  menjadi penulis tersukses–dan terkaya–berkat Harry Potter.

Tau nggak, sih, sebelum menulis Harry Potter, JK Rowling sama sekali nggak punya uang? She is a broke single mother yang hidup dari dana kesejahteraan pemerintah Inggris. Gokil!

JK Rowling justru menganggap titik terendah dalam hidupnya tersebut sebagai "berkat", karena dari situlah ia bisa belajar tentang dirinya.

#3. Say ‘YES’ to more things

(Eric Schmidt, Executive Chairman Google)



Intinya: Jangan takut mencoba hal-hal baru, termasuk segala sesuatu yang membuat kamu keluar dari comfort zone.

"Find a way to say ‘yes’ to things,” kata Eric Schmidt. Katakan ‘ya’ saat ada yang ngajak ke tempat baru, kenalan sama teman-teman baru, dan belajar hal baru. Apalagi kalau ada yang ngasih baju atau sepatu baru!

Eric juga bilang, “YES is how you get your first job, and your next job, and your spouse, and even your kids."

Dunia itu luas banget.There’s a lot more things to try and explore, so say yes, yes, yes and yes. Gampang, ‘kan? Melihat, merasakan, dan melakukan hal yang belum pernah dilakukan sebelumnya bakal mengubah cara padang dan berpikirmu, lho. It truly does!

#4. Pick something and make it great
(Marissa Mayer, CEO Yahoo)



Intinya: Menurut Marissa Mayer, jangan jadi seorang generalist alias seseorang yang bisa melakukan banyak hal–misalnya menulis, crafting, olahraga,  desain, manjat pohon, dan lain sebagainya–tetapi kemampuan dalam masing-masing bidang tersebut standar-standar aja.

Lebih baik kamu fokus kepada satu skill, lalu asah skill tersebut sebaik mungkin agar kemampuan kamu bisa maksimal disitu.

Mungkin bisa diawali dengan mencari tahu kekuatan dan kelemahan diri, juga keterampilan dan pekerjaan apa yang paling kamu kuasai. Kalau udah nemu, coba fokus ke situ, asah, and be really good at it.

#5. Don't just follow your passion but something larger than yourself
(Steve Jobs, Founder & CEO Apple)




Intinya: Punya passion dan ngikutin passion tersebut, sih, boleh-boleh aja. Tapi kata Steve Jobs, akan lebih baik lagi kalau kamu juga melakukan hal yang bermanfaat buat orang lain dan masyarakat, nggak cuma memenuhi kebutuhan diri sendiri.

Negara kita punya banyaaak banget permasalahan sosial. Coba amati sekelilingmu dan  pikirkan apa yang bisa kamu lakukan agar bangsa jadi lebih baik.

#6. Don’t work too hard
(Arianna Huffington, Co-Founder and Editor in Chief The Huffington Post)


 

Intinya: Maksudnya bukan berarti kita musti santai-santai tanpa work hard, lho. Kerja keras tetap wajib, gaes, cuma harus diseimbangkan dengan relaksasi

Arianna (Huffington, lho, bukan Arianna Grande :D) pernah bilang bahwa ia berharap bisa balik ke masa lalu untuk menasehati dirinya yang masih berumur 20-an. Katanya, dia bakal bilang ke Arianna muda supaya nggak sekadar bekerja keras, tetapi juga me-“recharge” diri dengan relaksasi dan istirahat dari pekerjaan. Harus seimbang lah, ya!

Menurut Arianna, relaksasi justru akan meningkatkan performance kerja, sebab inspirasi banyak didapat saat kita jusru sedang rileks.

#7. Don't listen to your parents
(Brian Chesky, Founder & CEO Airbnb)



Intinya: Heits, jangan girang dulu! Gimanapun juga, nasehat ortu tetap penting didengar sebab mereka sudah lebih lama hidup dan lebih berpengalaman dibanding kamu. Tapiii, untuk urusan karir, jangan sepenuhnya mengikuti orangtua, ya.

Saya sendiri termasuk orang yang percaya sama tips Mas Brian Chesky ini, bahkan mengalami langsung.

Kenapa?

Karena zaman sudah berubah, sob! Termasuk dunia bisnis dan profesi. Coba bayangin. Dulu tuh, nggak ada online shop, medsos atau usaha Go-jek yang sekarang hits banget.

Belum lagi jurusan kuliah. Di masa ortu dulu, belum ada, tuh, jurusan semacam Theme Park Engineering, Bakery Science atau Popular Culture. Dulu jurusan-jurusan kuliah  unik begini mungkin dianggap aneh, tetapi sekarang justru bakal ngasih kamu kesempatan karir yang bagus.

#8. Have an experimental attitude
(Stewart Butterfield, Co-founder Flickr)




Intinya:  Usia 20-an adalah masa produktif, dimana kamu masih muda, tetapi sudah punya pemikiran yang cukup dewasa.

Menurut Stewart Butterfield, anak muda usia 20-an awal sangat tekun, serius dan ulet. Sayangnya, mereka juga merasa seolah-olah sudah mencapai banyak hal. Alhasil, mereka jadi nggak mencoba banyak. Padahal kata Stewart, "Hanya sedikit anak muda yang tahu persis apa yang pengen mereka lakukan di usia tersebut."

Nah, Stewart mendorong anak muda supaya lebih banyak bereksperimen. Apalagi anak muda kayak kamu ‘kan masih bebas, punya banyak energi dan belum ada banyak tuntutan. So, lakukan berbagai hal. Buka usaha kek, pindah kerja kek, kursus ini-itu kek, macam-macam, deh! Remember, you have nothing to lose and the whole world to gain.

#9. Remember that you won't end up where you start
(Marla Malcolm Beck, Founder & CEO Bluemercury)

12 tips karir dari Maria Malcolm Beck


Intinya:  “Pekerjaan pertama kamu setelah lulus kuliah bukan untuk selamanya, kok," begitu kira-kira pesan Maria. Jadi jangan takut nyobain berbagai macam pekerjaan, deh.
Bahkan nggak ada salahnya memilih pekerjaan yang berbeda dengan latar belakang pendidikanmu. Siapa tau, kamu malah menemukan passion di bidang tersebut dan jadi sukses disitu.

#10. Being a superstar can hurt your career.
(John Chen, CEO Blackberry)

12 tips karir dari John Chen

Intinya:  Ingin mendapat pengakuan atas prestasi kerja merupakan hal yang wajar dalam perkembangan karir, asal jangan lebay dan terus-terusan pengen “tampil”.

Pastikan juga prestasi yang kamu raih benar-benar hasil pekerjaanmu. Jangan sampai kamu mengakui hasil kerjaan orang lain sebagai punya kamu. Not cool, ah! Selain bakal disebelin sama teman-teman, bos kamu bakal tau juga, kok! FYI, kasus kayak begini sering banget terjadi di dunia kerja.

Lagipula, hobi menampilkan diri sebagai superstar menandakan bahwa kamu egois, cuma concern sama diri sendiri, dan nggak peduli sama lingkungan dan perusahaan.

#11.  Be patient enough to learn, but impatient enough to take risks
(Cynthia Tidwell, CEO Royal Neighbours of America)




Intinya: Kalau kata Cynthia, “Untuk belajar dibutuhkan kesabaran, tapi jangan terlalu bersabar untuk mengambil resiko.”

Mirip dengan nasehat Stewart Butterfield, mumpung masih muda dan belum punya tanggung jawab apa-apa, coba deh lebih berani ambil resiko. Sekali lagi, you have nothing to lose. Kalaupun gagal, kamu masih punya banyaaaak waktu dan energi untuk memulai lagi.

#12. Be nice to everyone
(Rick Goings, CEO Tupperware)

12 tips karir dari Rick Goings

Intinya: Manner dan attitude adalah segalanya. Penting banget, sob! Percuma aja kalau kamu pintar, bisa ini-itu, dan punya segudang prestasi, kalau kamu nggak punya manner.

Banyak, lho, orang yang baru lulus kuliah tapi udah merasa paling jago dan paling pintar.  Mungkin mereka nggak sadar bahwa perjalanan karirnya masih panjang, dan siapa tau orang dulu mereka remehin ternyata nantinya malah dibutuhkan. Nah, lho!

Makanya, setiap kali Rick Goings mewawancari calon pegawai, dia juga bakal cari tau tentang attitude mereka. "Saya akan nanya ke sopir, resepsionis dan para asisten, gimana sikap sang kandidat terhadap mereka. How you treat others means the world!”

***

Canggih dan real banget ‘kan, nasehat mereka? Gimanapun juga, orang-orang ini memang sangat berpengalaman dan top banget di bidangnya. Biar ketularan hebat, coba mulai praktekkan tips dari mereka ini. Siap?

(sumber gambar: Bidnessetc, Telegraph UK, Droid Life, iDownloadBlog, 9to5Mac, Assets Maker, Adweek, Canadian Business, North Central News)

LATEST COMMENT
Arif Alfon Gordon | 7 jam yang lalu

Jadi, ketika saya lulus sbm, harus saya lepaskan kak??

Program Bidikmisi Jalur SNMPTN, SBMPTN dan Ujian Mandiri/PMDK/UMPN 2019
Achmad Choirul Huda | 9 jam yang lalu

Min jadi univ mau nerima kita dipilihan kedua kan? Banyak kabar hoax yg bilang gitu :(

Strategi Menentukan Pilihan Pertama dan Kedua pada SBMPTN 2019
Azizah Nur | 11 jam yang lalu

Bismillah maba oseanografi itb 2021:)). O iya kalo oseano di itb tesnya saintek atau soshum?

Serba-Serbi Jurusan Oseanografi—Untuk Kamu yang Ingin “Kenalan” Lebih Jauh dengan Laut dan Seisinya
bae eristhaaak | 11 jam yang lalu

Wahh :') aku tahun ini gak keterima sma negeri walaupun nem bagus tapi karena zonasi dan kurangnya perkiraan. Tapi aku berusaha untuk yakin bahwa semua sekolah sama yang membuat beda adalah isinya atau diri kita sendiri walaupun bakalan masuk swasta semoga ini merupakan jalan terbaik dari tuhan.

Masuk SMA Favorit dan Unggulan, Penting Nggak, Sih?
Dipamustafa | 11 jam yang lalu

pentingan mana sih? daya tampungnya apa peluang(keketatan)?

Pengertian Keketatan Persaingan, Daya Tampung, dan Peluang dalam SNMPTN, SBMPTN, dan Seleksi Mandiri
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Youthmanual ©