Menu

Lima Alasan Kenapa Banyak Pemimpin Sukses Yang Introvert


Pemimpin atau ketua identik dengan orang ekstrovert. Orang ekstrovert cenderung easy-going dan bisa berbaur. Pokoknya, mudah beradaptasi dengan orang baru deh.

Kalau ada orang ekstrovert yang jadi pemimpin, kelihatannya sih lebih wajar karena orang ekstrovert dipandang memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik. Mereka nggak malu dalam mengungkapkan pendapat.

Orang yang introvert jarang diperhitungkan sebagai pemimpin karena sifatnya yang pendiam dan sering disalahartikan sebagai pemalu. Ketika berbicara di depan umum, mereka sekilas terlihat nggak bersemangat. Pada akhirnya, mereka akan dipandang nggak mampu menjalin relasi, sementara networking itu penting banget kan untuk seorang pemimpin.

Memang para introvert perlu lebih bekerja keras untuk bisa sukses memimpin. Tapi, fakta membuktikan bahwa banyak pemimpin dunia yang seorang introvert seperti Barack Obama, Bill Gates, termasuk Moh. Hatta, sang proklamator Indonesia. Wah, kenapa ya, orang-orang introvert ini bisa jadi pemimpin sukses?

1. Orang Introvert lebih rendah hati dibandingkan orang ekstrovert

Banyak orang yang berasumsi kalau pemimpin itu sebaiknya yang tegas dan keras. Sifat seperti rendah hati, sebaiknya tidak ada dalam diri seorang pemimpin, karena terkesan loyo atau kurang menggebu-gebu. Padahal, sifat rendah hati berhubungan dengan kemauan untuk melayani orang lain.

Ketika seorang Introvert menjadi pemimpin, mereka punya keinginan untuk mengembangkan minat dan potensi anggota-nya. Tentu pemimpin yang seperti ini lebih disukai oleh tim-nya, karena anggotanya akan lebih merasa diapresiasi atas bakat dan kemampuannya.

2. Introvert lebih membuat hubungan yang bermakna dengan orang lain

Orang ekstrovert memang lebih pintar dan luwes dalam bersosialisasi ataupun menjalin relasi baru. Sementara bagi orang introvert, menjalin relasi itu sesuatu yang nggak mudah. Tapi, sekali orang introvert mau membuka diri terhadap orang lain, biasanya relasi yang dibangunnya lebih bermakna. Teman-temannya mungkin memang sedikit, tapi kualitas pertemanannya bisa sangat baik gaes.

3. Introvert lebih mudah dalam menangkap makna dari suatu informasi

Kalau orang ekstrovert dan orang introvert ada dalam satu kelompok, apa yang membedakan di antara mereka? Si ekstrovert lebih suka menjadi pusat perhatian dan lebih banyak bicara. Lain sekali dengan si introvert yang biasanya mojok, ngamatin situasi, dan berkomentar atau berpendapat yang perlu-perlu aja.

Pada akhirnya, introvert akan lebih banyak mengobservasi dan menangkap intisari suatu informasi atau kejadian. Ini bisa jadi manfaat bagi introvert karena lebih banyak observasi artinya lebih baik dalam memahami situasi. Dengan kata lain, introvert memiliki kemampuan mendengarkan yang lebih baik dibandingkan ekstrovert.

4. Introvert cenderung memiliki kebiasaan yang stabil

Orang introvert dikenal sebagai anak yang kalem dan sering disalahartikan sebagai pendiam. Sifat kalem yang mereka miliki secara tidak langsung akan membuat mereka lebih “save energy” untuk hal-hal yang konyol atau nggak begitu penting. Kontrol diri yang baik dalam diri seorang introvert akan membantu mereka untuk tetap tenang dalam kondisi krisis.

5. Pendengar yang baik sama juga berarti pemimpin yang baik

Yang namanya memimpin artinya adalah member komando untuk orang lain, tetapi bukan berarti skill mendengarkan nggak penting gaes. Pendengar yang baik akan lebih mampu dalam memahami maksud orang lain. Mereka akan lebih terbuka dengan berbagai macam sudut pandang. Sementara itu, seorang ekstrovert akan lebih banyak mengungkapkan isi pikirannya dan cenderung kurang mendengarkan orang lain. Artinya, orang introvert berpotensi menjadi pemimpin yang bisa memahami anggotanya.

 

 


How does it make you feel?

Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2017 Youthmanual ©