Menu

10 “Rahasia” Starbucks Dari Seorang Mantan Barista yang Perlu Kamu Ketahui


Oleh Jane Reggievia Santoso (janefromtheblog.blogspot.co.id)

Selama tujuh bulan bekerja sebagai barista Starbucks, berikut 10 “rahasia” yang saya pelajari!

1. Barista Starbucks bisa membuatkan kamu minuman dengan resep rahasia...

... tapi KALAU kamu bisa kasih tahu kami, resepnya apa.

Mungkin kamu juga tahu, bahwa Starbucks punya minuman-minuman “secret recipe”—alias resep rahasia—yang nggak terdaftar di menunya. Kamu bisa memesan salah satu minuman “secret recipe” dari barista Starbucks, tapi syaratnya, kamu harus tahu resepnya apa, karena biasanya baristanya sendiri nggak tahu isi resepnya apa.

Terkadang, pelanggan minta pesan “secret recipe” nggak paham resep yang dia pesan, karena dia berasumsi semua barista Starbucks tahu (padahal nggak). Oya, perlu dicatat, biasanya harga minuman “secret recipe”, tuh, mahal, lho, karena menggunakan berbagai macam bahan.

Biasanya, pelanggan yang sering pesan secret recipes adalah anak-anak ABG. Mungkin karena minuman “secret recipe”, tuh, tampak menarik, ya. Oadahal mereka nggak tahu juga, sebenarnya rasanya enak atau nggak. Apesnya, kalau ternyata rasa minumannya nggak sesuai selera, mereka pasti ngomel-ngomel sama barista! Jadi biasanya, sebelum final order, saya kasih tahu dulu, kira-kira rasa minuman “secret recipes”-nya seperti apa, dan harganya berapa. Kalau mereka nggak keberatan, akan kami buatkan, kok.

Minuman “secret recipes” terunik yang pernah saya buat namanya The Bomb! Frappuccino, dengan harga sekitar 60,000-65,000 rupiah. Nggak murah, kan?

starbucks

2. Uang tip dipakai buat apa, sih? Salah satunya, bayar parkir!

Mungkin kamu pernah penasaran, uang tip pemberian pengunjung yang dimasukan ke dalam kotak kecil dekat kasir sebenarnya dipakai buat apa (atau masuk ke “kantong” siapa). Seorang pelanggan bule pernah nanya saya, uang tip itu dipakai buat apa? Saya jawab dengan jujur, dipakai buat bayar tiket parkir kami, para barista. Eeeh, dia terlihat lega karena uang tip tersebut ternyata dipakai buat hal berguna, hahaha. And guess what? Dia ngasih saya tip ekstra, lho. Buru-buru saya kantongin sebelum kecolongan rekan kerja yang lain, hehehe.

3. Minuman Frappuccino (yang asli) hanya tersedia di Starbucks.

Did you know? Racikan minuman Frappuccino sudah di-copyright oleh Starbucks, lho. So, jangan harap Green Tea Frappe yang kamu pesan di luar Starbucks punya rasa yang sama, ya.

4. Nggak semua barista bisa membuat gambar latte yang canggih.  

Barista Starbucks nggak mendapatkan pelatihan khusus untuk bikin latte art. Kalau bikin gambar-gambar sederhana seperti bentuk daun dan hati, sih, masih bisa. Tapi kalau harus gambar yang lebih canggih daripada itu, kami harus latihan ekstra. Jadi plis jangan request gambar aneh-aneh, ya!

5. Barista nggak bisa memanaskan ulang kopi kamu.

Beberapa kali pelanggan meminta saya memanaskan ulang kopinya, karena sudah dingin. Padahal sebenanarnya barista nggak bisa melakukan itu. Ada opsi extra hot untuk minuman panas, sih, tapi kalau kamu minta kopimu dibuat dengan sangat panas, tangan kamu bisa kebakar, dan komponen espresso-nya pun jadi rusak. Solusinya, kopi kamu jangan kelamaan dianggurin, ya. Buruan nikmatin selagi masih panas aja, deh.

6. Mau tahu jumlah gula untuk masing-masing tingkat kemanisan di minuman Starbucks kamu?

Minuman espresso (Latte, Cappuccino, Mocha, etc)

Tall: > 3 pumps

Grande: > 4 pumps

Venti: > 5 pumps

Minuman Frappuccino

Tall: > 2 pumps

Grande: > 3 pumps

Venti: > 4 pumps

7. Kopi “Americano on the rock” itu apa, sih?

Sebenarnya sama saja seperti Iced Americano. Bedanya, kalau minuman Americano terdiri dari espresso shots dengan air, maka untuk Americano on the rock, gelas kamu akan diisi dengan es batu, lalu diisi dengan espresso shots, tanpa air.

iced americano starbucks

8. Americano artinya “Orang Amerika yang sebenarnya nggak minum kopi.”

Katanya, orang Italia menyebut Americano sebagai kopinya orang Amerika, berhubung Americano terdiri dari espresso yang dicampur dengan air. Soalnya orang Italia meminum espresso shot mereka tanpa campuran air, dan biasanya disajikan dalam gelas yang disebut demitasse.

9. Mau tahu resep minuman favorit saya? Cocok, nih, buat penggemar strong coffee!

Resep basic-nya terinspirasi dari menu Double Shots Iced Shaken Espresso.

Bahan (untuk ukuran tall): double shots espresso, susu 2% (campuran whole milk dan skim milk), 2 pumps susu kental manis atau disesuaikan dengan selera.

Campur semua bahannya, lalu kocok! Saya suka banget minum ini ketika harus kerja morning shift. Bikin mata melek!   

10. Kenapa, sih, barista suka salah eja saat nulis nama pelanggan di gelasnya?

Kamu pasti tahu, dong, bahwa setiap kali kamu pesan minuman di Starbucks, baristanya akan menanyakan nama kamu, lalu mereka akan menuliskannya di cup. Ide ini berasal dari CEO Starbucks, tapi ada juga yang bilang, ini adalah taktik pemasaran Starbucks.

Saya pernah baca sebuah artikel tentang pengakuan seorang asisten manajer Starbucks di Amerika. Dia mengaku suka sengaja salah tulis nama pelangannya. Misalnya, nama pelanggannya “Bob”, namun dia tulis jadi “Boob”. Trus saat kopinya ready pun, dia memanggil pelanggan tersebut dengan ejaan “Boob”, lho. Trus, orangnya marah? Nggak, lho! Si Bob malah ketawa dan masih jadi pelanggan tetap di gerai tersebut.

Tapi kalau hal serupa terjadi di Indonesia, bisa berabe, sob! Masalahnya, sense of humor orang Indonesia belum sampai di level itu.

Trus, kalau barista Starbucks salah menulis ejaan nama kamu, pasti kebanyakan dari kamu pasti motret salah eja di cup tersebut, trus di-post ke sosial media, ya ‘kan? Tanpa sadar, salah eja nama pelanggan di cup menjadi personal branding Starbucks. Mungkin ini yang dimaksud dengan “taktik” marketing Starbucks.

starbucks cup name spell

Padahal menurut saya, taktik salah eja ini nggak perlu lagi. Soalnya Starbucks butuh taktik marketing seperti apa lagi, sih? Everyone knows Starbucks even from the mermaid logo! :D

Tapi yang sering terjadi, sih, salah penulisan nama ini disebabkan baristanya benar-benar nggak mendengar nama si pelanggan dengan jelas, atau nggak tahu cara mengejanya.

Saya sendiri terkadang menulis nama pelanggan sesuai dengan apa yang saya dengar. aja Misalnya, nama si pelanggan adalah “Jean”. Kalau lagi hectic, saya nggak mungkin, dong, nanya ejaan namanya. Jadi langsung aja saya tulis “Jane”. Pelanggan asing, sih, biasanya santai menanggapi misspelling nama mereka. Tapi kalau pelanggan lokal, ada aja yang protes dan minta cup-nya diganti.

(sumber gambar: girlterest.com, 2016movie.xyz, foodfornet.com, janefromtheblog.blogspot.co.id)


Bingung Memilih Jurusan Kuliah dan Karier agar sukses di Masa Depan?

Cari tahu minat, potensi dan kemampuanmu. Dapatkan rekomendasi jurusan kuliah dan profesi yang paling sesuai. Daftar sekarang dan gabung dengan ratusan ribu siswa lainnya di platform persiapan kuliah dan karier no 1.


How does it make you feel?

Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2017 Youthmanual ©